SEGERA PPDB TAHUN PELAJARAN 2020 / 2021 SMP ISLAM YOGYAKARTA

"IMAN ILMU AMAL TRAMPIL MANDIRI"

Jumat, 26 Oktober 2012

Kode Etik Guru Idonesia ( KEGI )

KODE ETIK GURU INDONESIA
 PEMBUKAAN
 Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa guru Indonesia menyadari bahwa jabatan guru adalah suatu profesi yang terhormat dan mulia. Guru mengabdikan diri dan berbakti untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia serta menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni dalam mewujudkan masyarakat yang maju, adil, makmur, dan beradab.

Bagaimana Menuntut Ilmu Beradab dan Barakah ?








         Apakah  terbayang  di fikiran  Saudara,  ada seseorang yang berhasil di bidang apa saja, baik dalam urusan dunia maupun akhirat, dapat mencapainya tanpa ilmu pengetahuan yang berkaitan dengannya ? 
Sulit rasanya kita membayangkan ada orang yang demikian. Tengoklah pula di sekeliling Saudara, mengapa ada orang-orang yang lebih dihormati, lebih disukai, dan lebih didengarkan perkataannya.   Salah satunya yang terpenting adalah karena ilmu yang di  milikinya.
Mungkin ada di antara Suadara yang akan mengatakan, "Buat apa berilmu kalau akhlaqnya jelek, atau jika tak mengamalkan ilmunya ?" Anggapan demikian ada benar nya, tetapi sama sekali tidak menghilangkan pentingnya ilmu.

Kamis, 25 Oktober 2012

KEGI : Kode Etik Guru Indonesia



Selain syarat sertifikasi guru, dalam rangka menegakkan kehormatan dan wibawa guru yang profesional, PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) menyiapkan kode etik guru Indonesia.
Dengan adanya Kode Etik Guru Indonesia, menjadi acuan bagi guru dalam bertindak sesuai profesinya yang selama ini tidak jelas. Kode etik pun menjadi acuan, untuk dapat melihat sejauh mana guru mengemban tugasnya dengan menjunjung etika profesi.
Pencangangan untuk memulai penegakan Kode Etik Guru Indonesia (KEGI) dilaksanakan pada 25 November bertepatan dengan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI.

Dzikir setelah sholat dan tata caranya, dari sahih Bukhari Muslim

Dzikir setelah sholat merupakan ibadah yang sangat disunnahkan dan salah satu kebiasaan Rasulullah s.a.w. Beliau juga melakukannya dengan suara keras. Dalam sahih Bukhari dan Muslim disebutkan pada Bab Dzikir setelah sholat dari Ibnu Abbas beliau berkata "sesungguhnya mengeraskan suara dengan dzikir ketika orang-orang usai melaksanakan sholat wajib merupakan kebiasaan yang berlaku pada zaman Rasulullah s.a.w.. Ibnu Abbas menambahkan, aku mengetahui bahwa mereka selesai sholat karena aku mendengarnya.

Riwayat lain dari Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas mengatakan:"Aku mengetahui selesainya sholat Rasulullah dengan takbir".
Bagi imam ketika usai sholat disunnahkan membalikkan muka ke arah makmum. Demikian disebutkan riwayat sahih Bukhari dari Samurah bin Jundub:"Rasulullah s.aw. ketika selesai sholat beliau membalikkan mukanya ke arah kami". Hadist serupa dari rawi-rawi lain juga diriwayatkan oleh imam Muslim dalam kitab sahihnya, Ahmad, Tirmidzi, Nasai, Abu dawud dll.

Adapun bacaan-bacaan dzikir yang disunnahkan dibaca setelah sholat sesuai riwayat Bukhari dan Muslim adalah sbb.:


Rabu, 24 Oktober 2012

Bahtsul Masail : Hal Yang dilakukan orang Shalat ketika melihat orang lain Terancam

Tindakan apakah yang harus di lakukan oleh orang yang sedang sholat ketika dia melihat orang lain terancam bahaya  ?


      Jawab           :  Harus membatalkan sholat. Menurut pendapat lain boleh melakukan sholat seperti sholat syiddatul khouf (sholat dalam keadaan darurat).
      Ta’bir            :  Fathul Mu’in Hamisy I’anah juz II hal. 14.
                              Tuhfatul Muhtaj juz III hal. 17.
                              Al Bajuri juz I hal. 238.

وفى فتح المعين هامش اعانة الطالبين 2/14 مانصه: ومن رأى حيوانا محترما  يقصده ظالم او يغرق لزمه تخليصه وتأخير صلاة او ابطالها إن كان فيها (قوله ومن رأى) سواء كان مصليا او غيره .
وفى تحفة المحتاج 3/17 مانصه : ومن ثم صرح بعضهم بأن من راى حيوانا محترما يقصده ظالم أى ولا يخشى منه قتالا أو نحوه أو يغرق لزمه تخليصه وتأخيرها أو إبطالها إن كان فيها أو مالا جاز ذلك وكره له تركه ( قوله يقصده ) لعل المراد يقصد إتلافه أخذا مما بعده( قوله منه ) أى من الظالم.
وفى الباجورى 1/238 مانصه: ويجوز هذا الضرب فى كل قتال وضرب مباحين كقتال عادل لباغ وصاحب مال لمن قصد اخذه ظلما ومن ذلك مالوخطف نعله فله ان يسعى خلفه وهو يصلى حتى اذا ألقاه الخاطف اتم صلاته فى محله.

Entri Populer (Top Ten)

Reguler dan Boarding - Jogja Islamic School